|
There are no translations available.
Chrisye LEGENDA MUSIK INDONESIA
Pada 1991, dengan klip Pergilah Kasih, Chrisye seolah menjadi pembuka jalan bagi penyanyi Indonesia lainnya menembus MTV. Kemudian lewat klip lagu Cintamu T'lah Berlalu (1992) dan Sendiri Lagi (1993), penyanyi peraih lima Penghargaan BASF itu nongol lagi di MTV.Ia terpilih sebagai pemenang Moon Man Award, penghargaan tertinggi di ajang MTV Video Music Awards-Asia
BERITA TERKAIT: OBROLAN: MUSIK ITU HIDUPSAYA Viewer's Choice 1998, lewat klip Kala Cinta Menggoda karya Dimas Djayadiningrat.Lambang musik pop Indonesia yang namanya terdongkrak lewat lagu Lilin-lilin Kecil itu menang karena berhasil mengumpulkan lebih dari 163 ribu suara. Suara ini diperoleh setelah Musica Studio's dan MTV Indonesia menyebar formulir suara di kafe, toko kaset, radio, beberapa media cetak, dan lewat konser promo.
Penghargaan internasional yang diraih itu sekaligus menjawab sindiran yang pernah dilontarkannya. Empat tahun lalu -- menjelang pergelaran Konser Sendiri -- Chrisye, penyanyi yang sudah mencetak 20 album, menonjok dunia musik di Tanah Air. Menurut ayah empat anak itu, dibanding atlet bulutangkis, misalnya, seniman masih dianggap warga kelas kambing.
Chrisye, yang lahir 16 September 1949, lantas meninju dengan guyonan sinis, ''Pertunjukan musik di sini nggak jelas, masih dicampur-campur dengan berbagai aliran musik. Belum lagi sering dicampur dengan lawak dan kadang-kadang dengan door prize.''
Kini mantan pencabik bas The Pro's, Guruh Gipsy, dan penyanyi di restoran Ramayana, New York, itu bolehlah berbangga. Penggemarnya selalu menyambut Chrisye dengan tangan terbuka. Konser Badai Pasti Berlalu yang digelar di JCC, Februari 2000, diluberi penonton.
Ia juga legenda. Selama 31 tahun, sejak 1968, Chrisye tak pernah berhenti berkarya. Hingga kini ia telah menghasilkan 20 album dan lima single.
Berbagai penghargaan pernah diraihnya di antaranya adalah Penyanyi Legendaris BASF (1994), Penyanyi Pop Pria Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (1997), Penyanyi Solo Pria Terbaik kategori Pop, Penyanyi Rekaman Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia pada lagu Kala Cinta Menggoda (Guruh Soekarno Putra) pada 1998.
Sepanjang tahun 1999 lalu, Chrisye memang cuma menghasilkan satu album. Namun, albumnya ke 20 itu amatlah monumental. Besar dalam jumlah biaya (Rp 800 juta), juga banyak melibatkan musisi (80 musisi). Albumnya ini juga terbilang istimewa karena ia -- bersama Erwin Gutawa -- merilis ulang album yang juga terbilang monumental, Badai Pasti
Album ini bukan cuma dibuat dalam format kaset, tapi langsung dengan format CD dan VCD Karaoke. Di album ini Chrisye mengundang penyanyi tamu yakni Nicky Astria, Aning Katamsi, dan Waljinah.
DISKOGRAFI
Album: Jurang Pemisah (1977) Badai Pasti Berlalu (1977) Sabda Alam (1978) Percik Pesona (1979) Puspa Indah Taman Hati (1980) Pantulan Cinta (1981) Resesi (1983) Metropolitan (1984) Nona (1984) Sendiri (1985) Aku Cinta Dia (1986) Hip Hip Hura (1986) Nona Lisa (1987) Kisah Cintaku (1988) Pergilah Kasih (1989) Cintaku T'lah Berlalu (1991) Sendiri Lagi (1993) Akustichrisye (1996) Kala Cinta Menggoda (1997) Millenium III Badai Pasti Berlalu (1999)
Single: Lilin-lilin Kecil (1976) Seindah Rembulan (duet Iis Sugianto) (1980) Kemesraan (1988) Hening (1989) Kesan di Matamu (1994)
Grup Band: Band Sabda Nada (1968-1969) Gipsy Band (1969-1974) Band The Pro's (1974-1975) Badai Band (1979-1980)
Film: Seindah Rembulan (1981) Gita Cinta Dari SMA (bintang tamu) (1981)
Diskografi
Guruh Gipsy 1975 Jurang Pemisah 1976 Badai Pasti Berlalu 1977
Sabda Alam 1978 Percik Pesona 1979 Puspa Indah Taman Hati 1979
Pantulan Cinta 1981 Resesi 1983 Metropolitan 1984
Nona 1984 Sendiri 1985 Aku Cinta Dia 1986
Hip Hip Hura 1986 Nona Lisa 1987 Kisah Cintaku 1988
Pergilah Kasih 1989 20 Lagu Terpilih 1990 Sendiri Lagi 1993
AkustiChrisye 1996 Kala Cinta Menggoda 1997 Badai Pasti Berlalu 1999
Best Of Chrisye 1999 20 Best Cinta Album 2000 Konser Tur 2001
Dekade 2002
|