|
There are no translations available.
A. Riyanto Desau Cinta dari Kereta Senja
Rinai gerimis di awal tahun 1969 mengantar rombongan band Empat Nada yang akan show di Solo. Di dalam kereta senja itu hati pemuda A Riyanto tertambat pada seorang gadis bernama Suwarti. Pencipta lagu yang namanya sedang melambung itu kemudian menciptakan sebuah lagu Tetes Hujan di Bulan April untuk sang pujaan.
www.duniamusik.com A Riyanto, lelaki kelahiran Turisari, Solo 23 November 1943 itu akhirnya berhasil mengajak Wati -- panggilan akrab Theresiawati Suwarti -- naik pelaminan pada 11 Mei 1969Dalam Konser Mengenang A. Riyanto, beberapa waktu setelah kepergiannya 17 Juni 1994, lagu itu diperdengarkan kembali. ''Hampir semua lagu yang diciptakan Mas Kelik sering dibuat untuk saya. Saya tak bakal lupa, apalagi lagu Tetes Hujan di Bulan April ketika dia jatuh cinta kepada saya. Juga lagu Seuntai Bunga Tanda Cinta, saya betul-betul terharu seolah dia masih berada di tengah-tengah keluarga,'' tutur Watie A Riyanto dengan mataberkaca-kaca.
Lagu Seuntai Bunga Tanda Cinta adalah karya A Riyanto yang pertama kali dinyanyikannya sendiri bersama Favourites Group pada 1972. Sebulan menjelang wafat, Mas Kelik -- meski sedang sakit, sengaja membuat aransemen baru lagu itu yang berirama keroncong dan kemudian dinyanyikan untuk sang istri. Lagu tanda cinta itu adalah lagu terakhir yang didengar ibu empat anak -- Ary, Lia, Doni, Lisa. Beruntung lagu yang dinyanyikan A Riyanto ini direkam di pita kaset oleh PT Musica Studio's bersama 19 lagu karyanya yang dinyanyikan Hetty Koes Endang berlabel In Memoriam.
Kelik yang memulai karir musiknya pada 1959 di Yogyakarta bersama Homen (Himpunan Orkes Menur) itu memang layak dikenang. Ia telah menghasilkan 1.200 lagu. Tak heran, Juli tahun lalu BASF menganugerahi Legend Award. Apalagi, selain sebagai pencipta, penata musik, penyanyi, ia dikenal juga sebagai pengorbit bertangan dingin.
Beberapa anak didiknya, antara lain Tetty Kadi, Arie Koesmiran, Andi Meriem Matalatta, Chintami Atmanagara, Emilia Contessa, Endang S Taurina, Grace Simon, Rafika Duri, Harvey Malaiholo, Ninik Bonce, Jamal Mirdad.
Lagu-lagu ciptaannya antara lain Mawar Berduri, Layu Sebelum Berkembang, Teringat Selalu (dinyanyikan Tetty Kadi tahun 1965), lalu pada periode Favourites Group yang didirikan 1971. Juga lagu Senandung Sedih, Seandainya Kau Tahu, Tertusuk Duri, Hanya Untukmu (yang dinyanyikan Rafika Duri dan meraih Gayageum Award lewat Festival Lagu Pop di Seoul Korsel pada 1978), Apa Yang Kau Cari, Pulau Seribu, Kr Remaja, Kemuning, Layu Sebelum Berkembang (theme song film 'Akhir Sebuah Impian' yang dinyanyikan Emilia Contessa), Desember Kelabu, Hutan Bambu, Hello, Bulan Merah, Malam Minggu Yang Mesra, Duri Dalam Dada, Permata Hati, Cari Kawan Lain, Aisah, Habis Gelap Terbitlah Terang, Senja Kelabu, Teratai Putih, Mawar Berduri.
Tetty Kadi, penyanyi pertama yang menyanyikan lagu kakak sepupunya itu amat terkesan pada Kelik. ''Ia yang meminta saya untuk pertama kali menyanyikan lagu ciptaannya. Ia kakak, sahabat, dan sekaligus anak manusia." |